6 Provokator Penyerang Polisi Saat Gerebek Bandar Narkoba di Medan Ditangkap, Positif Narkoba
MEDAN – Enam provokator yang diduga menyerang petugas kepolisian saat penggerebekan bandar narkoba di Kota Medan berhasil ditangkap oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara. Dari hasil pemeriksaan, keenam pelaku diketahui positif menggunakan narkotika.
Peristiwa tersebut terjadi saat petugas Ditresnarkoba Polda Sumut melakukan penggerebekan terhadap terduga bandar narkoba di Jalan Multatuli, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Komisaris Besar Polisi Andy Arisandi, mengatakan pihaknya langsung melakukan penindakan terhadap sejumlah orang yang diduga melakukan provokasi dan menyerang petugas saat operasi berlangsung.
“Dari kejadian itu, kemudian kami melakukan penindakan terhadap pihak yang menyerang polisi. Enam orang kami tangkap,” ujar Andy, Jumat (29/5/2026).
Enam Pelaku Positif Menggunakan Narkoba
Berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan terhadap keenam pelaku, seluruhnya dinyatakan positif menggunakan narkotika. Kondisi tersebut memperkuat dugaan keterlibatan mereka dalam lingkungan penyalahgunaan narkoba di kawasan tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan urine terhadap keenamnya, semuanya positif narkoba,” kata Andy.
Akibat aksi penyerangan tersebut, sejumlah personel kepolisian mengalami luka saat menjalankan tugas penggerebekan.
“Anggota kami ada yang terluka,” tambahnya.
Polisi Tegaskan Tindak Tegas Pelaku yang Melawan
Polda Sumut menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap siapa pun yang melakukan perlawanan saat proses penangkapan maupun penggerebekan kasus narkoba.
Menurut Andy, tindakan tegas akan diberikan kepada pengguna maupun bandar narkoba yang berupaya menghalangi atau membahayakan petugas saat menjalankan tugas.
“Kami akan melakukan tindakan tegas terhadap masyarakat, baik pengguna maupun bandar narkoba, yang melawan saat ditangkap,” tegasnya.
Penggerebekan Dilakukan untuk Menekan Peredaran Narkoba
Pihak kepolisian menyebut operasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemberantasan narkoba yang terus digencarkan di wilayah Sumatera Utara. Langkah itu dilakukan untuk mencegah semakin banyak masyarakat terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
“Kami melakukan ini dalam rangka pengungkapan dan pencegahan agar masyarakat tidak terpapar narkoba,” ungkap Andy.
Kronologi Polisi Diserang Saat Gerebek Bandar Narkoba
Sebelumnya, sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan petugas Ditresnarkoba Polda Sumut mendapat serangan lemparan batu dari sejumlah warga saat melakukan penggerebekan terhadap terduga bandar narkoba di Jalan Multatuli, Medan.
Dalam rekaman video tersebut, petugas terlihat sedang melakukan penangkapan terhadap target operasi. Namun situasi berubah ketika sejumlah warga diduga berusaha melindungi terduga bandar narkoba dengan menyerang petugas menggunakan batu.
Akibat insiden tersebut, target operasi yang menjadi sasaran penggerebekan dilaporkan berhasil melarikan diri dari lokasi.
Andy menjelaskan bahwa penggerebekan berlangsung pada Kamis (28/5/2026) sebagai bagian dari operasi penindakan terhadap jaringan peredaran narkoba di Kota Medan.
“Kejadiannya hari Kamis, saat petugas sedang melakukan penindakan,” jelasnya.
Komitmen Polda Sumut Berantas Narkoba
Polda Sumut menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkoba di wilayah Sumatera Utara. Selain memburu bandar narkoba yang masih buron, polisi juga akan menindak tegas pihak-pihak yang mencoba menghalangi proses penegakan hukum.
Masyarakat diharapkan turut mendukung upaya pemberantasan narkoba dengan memberikan informasi kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran narkotika di lingkungan sekitar.
FAQ
Siapa yang ditangkap polisi dalam kasus ini?
Enam orang provokator yang diduga menyerang petugas saat penggerebekan bandar narkoba di Medan.
Di mana lokasi kejadian?
Jalan Multatuli, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan.
Apa hasil pemeriksaan terhadap para pelaku?
Keenam pelaku dinyatakan positif menggunakan narkotika berdasarkan hasil tes urine.
Apakah ada polisi yang terluka?
Ya, beberapa anggota kepolisian mengalami luka akibat serangan saat penggerebekan berlangsung.