Penggerebekan Bandar Narkoba Ricuh, Polisi Diserang Warga di Medan
MEDAN – Polisi diserang warga saat melakukan penggerebekan bandar narkoba di Jalan Multatuli, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Dalam insiden tersebut, enam orang diamankan setelah diduga melakukan perlawanan terhadap petugas yang sedang menjalankan operasi penegakan hukum.
Hasil pemeriksaan menunjukkan keenam warga yang diamankan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu. Peristiwa itu juga membuat bandar narkoba yang menjadi target operasi berhasil melarikan diri dari lokasi.
Polisi Diserang Warga Saat Gerebek Bandar Narkoba
Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, menjelaskan bahwa kericuhan terjadi ketika petugas melakukan operasi penangkapan terhadap seorang bandar narkoba berinisial FF alias Apeng.
Menurut Ferry, petugas sebelumnya melakukan penyamaran sebagai pembeli narkoba atau undercover buy untuk memastikan transaksi berlangsung sebelum dilakukan penindakan.
Setelah transaksi terjadi, tim langsung bergerak melakukan penangkapan. Namun situasi berubah ricuh ketika sejumlah warga dan keluarga pelaku melakukan perlawanan terhadap petugas.
Enam Warga Positif Sabu Setelah Diamankan
Dalam kasus warga serang polisi di Medan ini, aparat kemudian meminta bantuan personel Brimob Polda Sumut dan Polsek Medan Kota untuk mengendalikan situasi.
Sebanyak enam orang berhasil diamankan dan dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka masing-masing berinisial MRS, DP, AP, FH, RR, dan RZ.
Berdasarkan hasil tes urine, seluruhnya dinyatakan positif amphetamine atau narkotika jenis sabu.
Polisi Diserang Warga Ketika Tangkap Apeng
Saat proses penangkapan berlangsung, petugas juga menyita barang bukti sabu seberat 2,45 gram dari tangan bandar narkoba yang menjadi target operasi.
Namun akibat kericuhan yang terjadi, Apeng berhasil melarikan diri dari lokasi penggerebekan. Polisi kini masih melakukan pengejaran untuk menangkap pelaku.
Polda Sumut memastikan proses pencarian terus dilakukan guna mengungkap jaringan peredaran narkoba yang diduga terkait dengan pelaku.
Bandar Narkoba Kabur Saat Situasi Ricuh
Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh pelaku yang melakukan penyerangan dan menghalangi tugas aparat akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kasus warga serang polisi di Medan ini menjadi perhatian karena terjadi saat aparat sedang melakukan upaya pemberantasan narkoba di wilayah Kota Medan.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam tindakan yang menghambat penegakan hukum, terutama dalam kasus peredaran narkotika yang merugikan masyarakat luas.
Polisi Diserang Warga, Polda Sumut Kembangkan Kasus
Selain memburu Apeng yang masih buron, penyidik juga mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam upaya menghalangi penangkapan bandar narkoba tersebut.
Polda Sumut menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkoba dan menindak tegas siapa pun yang mencoba melindungi pelaku kejahatan narkotika.
Baca Juga : 6 Provokator Penyerang Polisi Ditangkap, Positif Narkoba