28 Juni 2026
Petugas membawa jenazah pasien tanpa identitas di RSUP Haji Adam Malik Medan.

Ilustrasi suasana di RSUP Haji Adam Malik Medan terkait dua pasien tanpa identitas yang masih menunggu proses identifikasi keluarga.

MEDANMisteri Dua Pasien Tanpa Identitas di Medan hingga kini belum juga terungkap. Dua pria yang sempat menjalani perawatan di RSUP Haji Adam Malik Medan meninggal dunia tanpa membawa dokumen identitas. Sampai saat ini, belum ada keluarga maupun kerabat yang datang untuk memastikan identitas keduanya.

Pihak rumah sakit masih menyimpan kedua jenazah di Instalasi Forensik sambil menunggu adanya informasi dari masyarakat. RSUP Haji Adam Malik berharap ada warga yang mengenali ciri-ciri kedua pasien tersebut sehingga proses identifikasi dapat segera diselesaikan dan jenazah diserahkan kepada keluarga.

RS Adam Malik Berikan Pelayanan Meski Pasien Tanpa Identitas

Kedua pasien tiba di RSUP Haji Adam Malik pada waktu yang berbeda dengan kondisi kesehatan yang sudah cukup serius. Saat proses penerimaan, petugas tidak menemukan kartu identitas, dokumen kependudukan, maupun data lain yang dapat menunjukkan jati diri mereka.

Meski datang tanpa identitas dan tanpa didampingi keluarga, rumah sakit tetap memberikan pelayanan medis sesuai standar. Penanganan dilakukan sebagaimana pasien lainnya, mengutamakan keselamatan dan kebutuhan medis tanpa membedakan status administrasi.

Selama menjalani perawatan, tim dokter terus berupaya menstabilkan kondisi kedua pasien. Namun, kondisi kesehatan mereka terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Pasien Tanpa Identitas Pertama Diduga Korban Kecelakaan

Pasien pertama diketahui masuk ke Instalasi Gawat Darurat setelah dirujuk dari rumah sakit lain. Sebelumnya, pria tersebut diduga mengalami kecelakaan lalu lintas dan sempat memperoleh pertolongan pertama sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP Haji Adam Malik.

Setibanya di rumah sakit, pasien berada dalam kondisi kritis. Tim medis langsung melakukan berbagai tindakan penyelamatan, termasuk penanganan intensif untuk menjaga fungsi pernapasan dan jantung.

Meski telah mendapat penanganan maksimal, kondisi pasien tidak kunjung membaik. Setelah mengalami penurunan kondisi secara bertahap, pasien akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Adapun ciri-ciri pasien pertama yang diumumkan pihak rumah sakit antara lain:

  • Berjenis kelamin laki-laki.
  • Diperkirakan berusia sekitar 60 tahun.
  • Memiliki rambut dan janggut berwarna putih.
  • Mengenakan kaus hijau.
  • Memakai celana panjang abu-abu.

Sampai sekarang belum ada seorang pun yang datang mengaku sebagai anggota keluarga ataupun mengenali identitas pria tersebut.

Pasien Kedua Sempat Mengaku Bernama Rusdi Zakar

Berbeda dengan pasien pertama, pria kedua masih sempat berkomunikasi saat pertama kali mendapatkan penanganan. Ia mengaku bernama Rusdi Zakar, namun tidak dapat menunjukkan dokumen identitas sebagai bukti.

Sebelumnya, pasien ditemukan warga di kawasan Jalan Setia Budi, Kota Medan, dalam kondisi lemah serta mengalami gangguan pernapasan. Warga kemudian membawanya ke rumah sakit agar segera mendapatkan pertolongan medis.

Selama menjalani perawatan, kondisi pasien terus mengalami penurunan. Tim dokter telah melakukan berbagai tindakan sesuai prosedur, tetapi nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Karena tidak ditemukan kartu identitas maupun alamat yang dapat diverifikasi, pihak rumah sakit belum dapat memastikan apakah nama yang disebutkan pasien merupakan identitas sebenarnya.

Proses Identifikasi Masih Terus Dilakukan

Hingga kini, RSUP Haji Adam Malik masih berupaya menemukan identitas kedua pasien tersebut. Berbagai langkah dilakukan, termasuk menyebarluaskan informasi mengenai ciri-ciri korban agar dapat dikenali oleh masyarakat.

Pihak rumah sakit berharap keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya segera datang untuk melakukan identifikasi. Selain itu, masyarakat yang mengenali salah satu pasien juga diminta memberikan informasi kepada pihak rumah sakit.

Keberadaan identitas sangat penting agar proses administrasi, pencatatan, hingga penyerahan jenazah dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pentingnya Membawa Identitas Saat Beraktivitas

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa membawa kartu identitas saat bepergian merupakan hal yang sangat penting. Dalam situasi darurat, identitas akan memudahkan petugas kesehatan maupun aparat untuk menghubungi keluarga sehingga penanganan dapat berlangsung lebih cepat.

Selain membantu proses administrasi rumah sakit, identitas juga mengurangi risiko seseorang sulit dikenali apabila mengalami kecelakaan atau kondisi darurat lainnya.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu membawa identitas resmi saat beraktivitas, terutama ketika melakukan perjalanan jauh.

Masyarakat Diminta Membantu Mengungkap Misteri

Hingga berita ini ditulis, Misteri Dua Pasien Tanpa Identitas di Medan masih belum menemukan titik terang. RSUP Haji Adam Malik berharap bantuan masyarakat dapat mempercepat proses identifikasi sehingga keluarga korban dapat segera ditemukan.

Bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengenali ciri-ciri kedua pasien tersebut, diharapkan segera menghubungi pihak rumah sakit. Informasi sekecil apa pun dapat menjadi petunjuk penting dalam mengungkap identitas korban.

Ikuti perkembangan Berita Kota Medan terbaru untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kasus ini maupun berbagai peristiwa lainnya yang terjadi di Kota Medan dan sekitarnya.

Baca juga: berita terpercaya hari ini berita kota medan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *