
Pelaku Penganiayaan Tembung Ditangkap oleh Polrestabes Medan setelah video aksi mereka viral di media sosial. Dua Pelaku Penganiayaan Tembung Ditangkap Polisi setelah video aksi kekerasan mereka viral di media sosial dan memicu kemarahan publik di Medan.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena terjadi di ruang umum dan melibatkan korban yang diketahui sedang dalam kondisi hamil muda.
Pelaku Penganiayaan Tembung Ditangkap Polisi Usai Viral
Peristiwa bermula pada Rabu sore, 3 Juni 2026, saat pasangan suami istri hendak melintas di kawasan Terowongan Tembung, Medan.
Saat itu, korban melihat adanya keributan dan dugaan tawuran remaja di sekitar lokasi, sehingga mereka memilih berhenti sejenak karena kondisi jalan yang tidak aman.
Namun, situasi berubah ketika sekelompok pria yang dikenal sebagai “Pak Ogah” di kawasan tersebut mendatangi korban. Berdasarkan informasi yang beredar, para pelaku diduga melakukan intimidasi hingga berujung penganiayaan.
Peristiwa ini kemudian terekam kamera dan menjadi viral di berbagai platform media sosial.
Kronologi Pelaku Penganiayaan Tembung Ditangkap
Video kejadian tersebut menyebar luas di media sosial seperti Instagram dan TikTok, memicu kemarahan masyarakat.
Menanggapi hal itu, Polrestabes Medan bergerak cepat melalui Tim Jaga Cegah Sigap (JCS) Satreskrim. Dalam waktu singkat, dua orang terduga pelaku berhasil diamankan.
Penangkapan yang cepat ini mendapat perhatian publik karena menunjukkan respons tegas aparat dalam menangani kasus kriminal yang viral.
👉 Informasi kepolisian: https://www.polri.go.id/
👉 Referensi berita nasional: https://www.tribunnews.com/
Identitas Pelaku dan Pemeriksaan
Dari hasil pemeriksaan awal, kedua pelaku diketahui merupakan warga yang sehari-hari bekerja sebagai “Pak Ogah” di sekitar lokasi kejadian.
Salah satu pelaku diketahui bekerja sebagai tukang las, sementara lainnya tidak memiliki pekerjaan tetap.
Dalam video yang beredar, salah satu pelaku sempat terlihat membawa benda menyerupai senjata. Namun setelah diperiksa, polisi memastikan benda tersebut adalah soft gun.
Lokasi Rawan Premanisme di Tembung
Kawasan Jalan Baru Terowongan Tembung memang dikenal sebagai salah satu titik rawan tawuran dan aksi premanisme di Kota Medan.
Situasi ini sering menjadi perhatian masyarakat karena mengganggu kenyamanan pengguna jalan, terutama pada jam-jam tertentu.
Imbauan Kepolisian kepada Masyarakat
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan tindakan kriminal di jalanan.
Masyarakat dapat menghubungi layanan darurat Call Center Polri 110 untuk penanganan cepat.
Kesimpulan
Kasus penganiayaan pasutri di Tembung, Medan, berhasil diungkap dengan cepat setelah video kejadian viral di media sosial. Dua pelaku kini telah ditangkap dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polrestabes Medan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa tindakan kekerasan di ruang publik tidak dapat ditoleransi dan akan ditindak tegas oleh aparat kepolisian.
Baca juga: Kasus kriminal Medan terbaruru






