
Rico Waas AFF U-19 menjadi perhatian publik setelah muncul polemik terkait biaya akomodasi peserta turnamen AFF U-19 2026. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Medan tidak pernah berkomitmen membiayai hotel maupun penginapan peserta.
Menurut Rico Waas, sejak awal pembahasan dengan PSSI, fokus kerja sama yang dilakukan hanya berkaitan dengan pembenahan stadion dan fasilitas pendukung pertandingan. Tidak pernah ada pembahasan ataupun kesepakatan mengenai pembiayaan hotel maupun akomodasi tim peserta yang akan berlaga di Sumatera Utara.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk meluruskan berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait persiapan penyelenggaraan turnamen sepak bola usia muda terbesar di kawasan Asia Tenggara tersebut.
Rico Waas AFF U-19 Beberkan Kronologi Pertemuan
Rico Waas menjelaskan bahwa komunikasi dan pertemuan antara Pemerintah Kota Medan dengan PSSI telah berlangsung sejak Februari hingga Mei 2026. Dalam sejumlah pertemuan itu, pembahasan lebih banyak difokuskan pada kesiapan sarana dan prasarana pertandingan.
Beberapa fasilitas yang menjadi perhatian utama adalah Stadion Teladan Medan, Stadion Kebun Bunga, dan Lapangan Taman Cadika. Ketiga fasilitas tersebut dipersiapkan sebagai venue pendukung untuk menyukseskan pelaksanaan AFF U-19 2026.
Menurut Rico, PSSI meminta Pemko Medan membantu mempercepat pembenahan fasilitas yang ada agar memenuhi standar pertandingan internasional. Permintaan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah kota melalui berbagai perbaikan dan penataan fasilitas.
“Sejak awal yang dibicarakan hanya pembenahan stadion dan fasilitas latihan. Tidak pernah ada komitmen mengenai biaya hotel peserta,” tegas Rico Waas.
Rico Waas AFF U-19 Jelaskan Soal Biaya Hotel
Dalam polemik Rico Waas AFF U-19 ini, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah waktu masuknya surat permintaan dukungan biaya akomodasi dari PSSI.
Rico Waas mengungkapkan bahwa surat tersebut baru diterima Pemko Medan pada 24 Mei 2026 atau sekitar satu minggu sebelum turnamen dimulai. Dengan waktu yang sangat singkat, pemerintah kota tidak memiliki ruang yang cukup untuk melakukan penyesuaian anggaran.
Selain itu, penggunaan anggaran daerah tidak bisa dilakukan secara mendadak karena harus mengikuti aturan yang berlaku dalam sistem keuangan daerah.
Pemko Medan kemudian mengirimkan surat kepada Kementerian Dalam Negeri untuk meminta arahan terkait kemungkinan penggunaan anggaran daerah bagi kebutuhan tersebut. Langkah itu dilakukan agar setiap keputusan yang diambil tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Rico Waas AFF U-19 dan Sikap Pemko Medan
Rico Waas menegaskan bahwa seluruh penggunaan dana pemerintah daerah harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Menurutnya, dana APBD merupakan uang rakyat yang penggunaannya harus dipertanggungjawabkan secara jelas. Karena itu, Pemko Medan tidak ingin mengambil kebijakan yang berpotensi menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.
Ia menjelaskan bahwa setiap pengeluaran pemerintah harus memiliki dasar hukum yang kuat dan telah direncanakan dalam proses penyusunan anggaran.
“APBD adalah uang masyarakat. Semua penggunaannya harus sesuai aturan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Sikap tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Medan dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang baik serta memastikan seluruh kebijakan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Wiriya Alrahman Tegaskan Tidak Ada Dasar Regulasi
Sekretaris Daerah Kota Medan, Wiriya Alrahman, juga memberikan penjelasan terkait polemik tersebut.
Menurut Wiriya, sejak awal tidak pernah ada pembahasan mengenai pembiayaan hotel peserta AFF U-19. Permintaan yang diterima Pemko Medan hanya berkaitan dengan pembenahan stadion dan lapangan latihan.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan aturan yang berlaku, penyelenggaraan kejuaraan olahraga internasional merupakan tanggung jawab organisasi olahraga yang menjadi penyelenggara kegiatan.
Karena itu, Pemko Medan menilai tidak ada dasar regulasi yang memungkinkan penggunaan anggaran daerah untuk membayar hotel peserta turnamen internasional tersebut.
Wiriya menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap memberikan dukungan penuh melalui penyediaan fasilitas olahraga dan berbagai kebutuhan pendukung lainnya yang sesuai dengan kewenangan daerah.
Asprov PSSI Sumut Ambil Alih Tanggung Jawab
Di tengah polemik yang berkembang, Asosiasi Provinsi PSSI Sumatera Utara bersama panitia lokal akhirnya mengambil langkah untuk memastikan turnamen tetap berjalan lancar.
PSSI Sumut memutuskan mengambil alih tanggung jawab terkait kebutuhan akomodasi peserta agar tidak mengganggu pelaksanaan AFF U-19 2026.
Langkah tersebut mendapat apresiasi karena menunjukkan komitmen seluruh pihak untuk menjaga nama baik Sumatera Utara sebagai tuan rumah turnamen internasional.
PSSI Sumut juga berharap persoalan ini tidak lagi menjadi perdebatan panjang sehingga seluruh perhatian dapat kembali difokuskan pada pertandingan dan perkembangan sepak bola usia muda.
Stadion Teladan Terus Dibenahi
Selain polemik akomodasi, pembenahan Stadion Teladan menjadi salah satu fokus utama menjelang AFF U-19 2026.
Pemko Medan telah melakukan berbagai perbaikan pada sejumlah fasilitas stadion, termasuk ruang ganti pemain, ruang ofisial, kamar mandi, area tribun, hingga kebersihan lingkungan sekitar stadion.
Meski proses renovasi besar masih berlangsung, pemerintah kota memastikan fasilitas yang digunakan selama turnamen tetap memenuhi standar yang dibutuhkan.
Selain Stadion Teladan, Lapangan Taman Cadika dan Stadion Kebun Bunga juga dipersiapkan sebagai lokasi latihan tim peserta selama berada di Medan.
AFF U-19 2026 Diharapkan Dorong Prestasi Sepak Bola Muda
AFF U-19 2026 menjadi ajang penting bagi perkembangan sepak bola usia muda di Asia Tenggara. Turnamen ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga kesempatan bagi daerah untuk menunjukkan kemampuan sebagai tuan rumah event internasional.
Kehadiran tim-tim terbaik dari berbagai negara diharapkan mampu meningkatkan gairah sepak bola di Sumatera Utara sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi dan pariwisata daerah.
Masyarakat pun diharapkan dapat memberikan dukungan penuh agar seluruh rangkaian pertandingan berjalan sukses dan lancar.
Penutup
Polemik mengenai biaya akomodasi peserta AFF U-19 2026 akhirnya mendapat penjelasan langsung dari Pemerintah Kota Medan. Rico Waas menegaskan bahwa tidak pernah ada komitmen dari Pemko Medan untuk membayar hotel peserta turnamen.
Sejak awal, dukungan yang diberikan pemerintah kota hanya berfokus pada pembenahan stadion dan fasilitas pendukung pertandingan. Sementara kebutuhan akomodasi peserta akhirnya diambil alih oleh Asprov PSSI Sumut bersama panitia lokal demi memastikan AFF U-19 2026 tetap berlangsung sukses.
Baca juga: Timnas Indonesia U-19 Menang 3-0 atas Myanmar di AFF U-19 2026.






