
MEDAN — Istilah PG atau pod getar tengah menjadi perhatian setelah munculnya peredaran produk vape yang diduga mengandung etomidate, obat anestesi yang seharusnya digunakan dalam pengawasan tenaga medis. Bentuknya yang menyerupai vape biasa membuat produk tersebut mudah disalahartikan sebagai rokok elektrik pada umumnya.
Padahal, kandungan di dalamnya dapat menimbulkan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh.
Etomidate merupakan obat anestesi kerja singkat yang digunakan dalam praktik kedokteran, terutama untuk membantu proses induksi anestesi. Zat ini bukan bahan yang dirancang untuk digunakan melalui vape atau dikonsumsi secara bebas.
Ketika etomidate disalahgunakan melalui perangkat vape, efeknya terhadap sistem saraf dapat muncul dengan cepat. Pengguna dapat mengalami rasa mengantuk, kebingungan, gangguan koordinasi, hingga penurunan kesadaran.
Apa Itu Pod Getar atau PG?
Pod getar, yang dalam sejumlah pemberitaan disebut pula PG, merujuk pada produk vape yang dikaitkan dengan penggunaan cairan mengandung etomidate.
Istilah tersebut bukan nama farmasi atau istilah medis resmi untuk etomidate. Sebutan ini berkembang dalam konteks peredaran dan penyalahgunaan vape yang mengandung zat anestesi tersebut.
Persoalannya menjadi lebih rumit karena pengguna sering kali tidak mengetahui secara pasti bahan yang terdapat dalam cairan atau cartridge yang mereka gunakan. Produk ilegal dapat memiliki komposisi dan konsentrasi yang tidak seragam.
Dengan kondisi seperti itu, jumlah zat yang masuk ke dalam tubuh pun sulit diperkirakan.
Bahaya Pod Getar bagi Tubuh
Bahaya pod getar terutama berkaitan dengan efek etomidate terhadap sistem saraf pusat. Zat tersebut dapat menyebabkan efek sedatif, sehingga kemampuan seseorang untuk tetap sadar dan mengendalikan gerakan tubuh dapat terganggu.
Dalam kondisi tertentu, pengguna dapat mengalami:
- mengantuk atau penurunan kesadaran;
- kebingungan;
- pusing;
- gangguan koordinasi dan keseimbangan;
- mual atau muntah;
- gerakan tubuh yang tidak terkendali;
- hingga gangguan pernapasan.
Risikonya menjadi semakin serius ketika etomidate digunakan bersamaan dengan alkohol atau zat lain yang juga menekan sistem saraf pusat.
Seseorang yang kehilangan kesadaran setelah menghirup zat tersebut juga dapat mengalami cedera akibat terjatuh atau mengalami kecelakaan. Karena itu, efek pod getar tidak hanya berkaitan dengan kandungan kimianya, tetapi juga konsekuensi yang muncul ketika kesadaran dan koordinasi tubuh menurun.
Etomidate Dapat Memengaruhi Kelenjar Adrenal
Bahaya penggunaan etomidate tidak berhenti pada efek sedatif.
Obat tersebut diketahui dapat menghambat produksi hormon kortisol melalui pengaruhnya terhadap fungsi kelenjar adrenal. Dalam penggunaan medis, karakteristik ini merupakan salah satu hal yang diperhitungkan oleh tenaga kesehatan.
Pada penyalahgunaan etomidate melalui vape, persoalannya menjadi berbeda karena paparan zat dapat berlangsung tanpa dosis yang terukur.
Sejumlah laporan medis telah mencatat gangguan fungsi adrenal pada pengguna etomidate melalui rokok elektronik. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tubuh kesulitan menghasilkan kortisol dalam jumlah yang mencukupi.
Karena kortisol memiliki peran penting dalam membantu tubuh menghadapi tekanan fisiologis, gangguan produksinya bukan persoalan sepele.
Mengapa Penggunaan Pod Getar Perlu Diwaspadai?
Salah satu persoalan terbesar adalah ketidakpastian kandungan.
Vape atau cartridge yang dipasarkan secara ilegal mungkin tidak memberikan informasi komposisi yang dapat dipercaya. Pengguna pun belum tentu mengetahui apakah cairan tersebut benar-benar mengandung etomidate, berapa konsentrasinya, dan apakah terdapat bahan lain di dalamnya.
Situasi ini membuat efek yang ditimbulkan sulit diprediksi.
Anggapan bahwa pod getar hanya memberikan sensasi sementara juga dapat menyesatkan. Efek sedatif yang kuat berpotensi membuat pengguna kehilangan kemampuan untuk merespons keadaan di sekitarnya.
Bagi pengendara kendaraan, pekerja yang mengoperasikan mesin, maupun orang yang berada di tempat berisiko, penurunan kesadaran sesaat saja dapat berujung pada kecelakaan.
Jangan Samakan Pod Getar dengan Vape Biasa
Vape pada umumnya digunakan untuk menguapkan cairan tertentu melalui perangkat elektronik. Namun, keberadaan zat anestesi seperti etomidate mengubah persoalan tersebut secara signifikan.
Pod getar bukan sekadar varian vape dengan sensasi berbeda. Jika sebuah cartridge mengandung etomidate, penggunaannya membawa risiko paparan obat yang semestinya berada dalam kendali medis.
Masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap promosi yang menggambarkan pod getar sebagai produk yang aman, keren, atau sekadar mengikuti tren. Penampilan perangkat tidak dapat dijadikan patokan untuk menentukan keamanan kandungannya.
Kenali Tanda Bahaya Setelah Menggunakan Pod Getar
Seseorang yang mengalami penurunan kesadaran, sulit bernapas, kebingungan berat, muntah berulang, atau gangguan koordinasi setelah menggunakan vape yang dicurigai mengandung etomidate perlu mendapatkan pertolongan medis.
Jangan menunggu sampai kondisi memburuk.
Jika pengguna tidak merespons atau mengalami gangguan pernapasan, keadaan tersebut dapat menjadi kondisi darurat. Pertolongan medis segera diperlukan untuk menilai kondisi korban dan memberikan penanganan yang sesuai.
Pada akhirnya, istilah PG atau pod getar tidak boleh dipandang semata-mata sebagai istilah yang sedang populer di kalangan pengguna vape. Di baliknya terdapat persoalan penyalahgunaan obat anestesi yang memiliki konsekuensi kesehatan serius.
Etomidate bukan cairan vape dan bukan zat yang aman untuk digunakan secara sembarangan. Ketika kandungan, konsentrasi, dan cara pemakaiannya tidak terkontrol, risiko terhadap kesehatan dapat meningkat secara signifikan.







