hujan-es-mengguyur-medan
Hujan es mengguyur kawasan Medan Johor, disertai angin kencang dan penurunan suhu secara drastis pada Rabu sore.

MEDAN — Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah kawasan Kota Medan pada Rabu sore, 23 September 2026. Cuaca yang semula relatif normal berubah dalam waktu singkat. Di Medan Johor, warga bahkan dibuat terkejut oleh butiran es yang ikut berjatuhan bersama hujan.

Fenomena tersebut menjadi perhatian lantaran hujan tidak hanya turun dengan intensitas tinggi. Suara benturan pada atap rumah terdengar lebih keras ketika butiran es mulai jatuh. Sejumlah rekaman mengenai kejadian itu kemudian beredar di media sosial.

Hujan Es Terjadi di Tengah Perubahan Cuaca yang Cepat

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan membenarkan adanya kondisi cuaca tersebut.

Berdasarkan hasil pengamatan, hujan dengan intensitas lebat mulai terpantau sekitar pukul 15.20 WIB. Kondisi itu disertai peningkatan kecepatan angin yang mencapai 19 knot.

Prakirawan BBMKG Wilayah I, Martha Manurung, menyebut fenomena hujan es berkaitan dengan pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb).

Awan tersebut memiliki karakteristik pertumbuhan vertikal yang menjulang tinggi. Dalam kondisi atmosfer tertentu, pertumbuhannya dapat berlangsung cepat dan memicu hujan lebat, petir, hingga hembusan angin yang cukup kuat.

Perubahan kondisi angin pada sore tersebut juga berlangsung dalam tempo singkat. Sekitar pukul 15.00 WIB, angin masih relatif tenang. Tidak lama berselang, kecepatannya meningkat hingga mencapai 19 knot.

Suhu Medan Turun dari 32,6 Menjadi 26 Derajat Celsius

Selain angin, perubahan temperatur menjadi bagian yang cukup mencolok dalam kejadian tersebut.

Pengamatan sekitar pukul 15.00 WIB menunjukkan suhu udara berada pada 32,6 derajat Celsius. Berselang sekitar satu jam, temperatur turun menjadi 26 derajat Celsius.

Artinya, terjadi penurunan suhu sekitar 6,6 derajat Celsius dalam waktu satu jam.

Perubahan temperatur yang berlangsung cepat tersebut terjadi bersamaan dengan berkembangnya awan hujan dan meningkatnya aktivitas atmosfer. Situasi ini membuat kondisi udara di kawasan yang terdampak berubah cukup drastis.

Bagi masyarakat, perubahan seperti ini dapat menjadi salah satu tanda bahwa cuaca sedang mengalami perkembangan signifikan. Langit yang mendadak menggelap, angin yang tiba-tiba menguat, serta hujan deras dalam waktu singkat perlu menjadi perhatian.

Warga Medan Johor Dikejutkan Butiran Es

Fenomena hujan es juga dirasakan langsung warga di Medan Johor.

Salah seorang warga, Saul, menceritakan bahwa hujan pada awalnya terlihat seperti hujan deras biasa. Angin mulai bertiup dan intensitas hujan kemudian meningkat.

Sekitar 10 menit berselang, suara yang terdengar dari atap rumah berubah. Benturan air hujan yang sebelumnya biasa terdengar menjadi lebih keras dan berulang.

Setelah diperhatikan, warga menemukan adanya butiran es yang jatuh bersama air hujan.

Ukuran bongkahan es yang ditemukan pun tidak sepenuhnya seragam. Ada yang berukuran kecil, sementara sebagian lainnya terlihat lebih besar. Menurut kesaksian warga, hujan es berlangsung sekitar 15 menit, sedangkan hujan secara keseluruhan bertahan lebih lama.

Peristiwa semacam ini tentu menarik perhatian karena hujan es bukan fenomena yang muncul setiap hari di wilayah perkotaan Medan.

Mengapa Hujan Es Bisa Terjadi di Medan?

Hujan es di Medan tidak selalu berarti suhu di permukaan tanah harus berada di bawah titik beku.

Butiran es dapat terbentuk jauh di bagian atas awan, terutama pada awan Cumulonimbus yang memiliki perkembangan vertikal sangat kuat. Di ketinggian tertentu, temperatur dapat berada pada kondisi yang memungkinkan terbentuknya partikel es.

Partikel tersebut kemudian dapat membesar akibat proses di dalam awan. Ketika arus udara tidak lagi mampu menahannya, butiran es bergerak turun menuju permukaan.

Karena itu, masyarakat di wilayah tropis tetap dapat mengalami hujan es meskipun temperatur permukaan tergolong panas.

Kondisi Atmosfer Sumatera Utara Mendukung Pertumbuhan Awan Hujan

Hasil pemantauan radar cuaca menunjukkan potensi hujan lebat berada di sekitar Medan Johor dan kawasan sekitarnya.

Pada waktu yang sama, kondisi atmosfer di Sumatera Utara mendukung terbentuknya awan hujan dengan pertumbuhan yang cukup signifikan.

Analisis angin juga memperlihatkan adanya konvergensi dan belokan angin, khususnya di kawasan pesisir timur Sumatera Utara. Kondisi tersebut, ditambah atmosfer yang cukup labil, dapat membantu memicu perkembangan awan konvektif.

Dalam situasi tertentu, perkembangan awan yang berlangsung cepat dapat menghasilkan perubahan cuaca dalam waktu singkat. Cuaca yang sebelumnya cerah atau hanya berawan dapat berubah menjadi hujan lebat disertai angin dan petir.

Warga Diminta Mewaspadai Perubahan Cuaca Mendadak

Fenomena hujan es di Medan menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca dapat berlangsung tanpa banyak jeda.

Ketika langit mulai menghitam secara cepat, angin mendadak menguat, atau terdengar petir yang semakin intens, masyarakat sebaiknya meningkatkan kewaspadaan. Terlebih jika aktivitas sedang dilakukan di ruang terbuka.

Hujan dengan durasi singkat pun tidak selalu berarti risikonya kecil. Dalam kondisi atmosfer tertentu, hujan dapat disertai angin kencang, petir, bahkan butiran es.

Masyarakat juga dapat mengikuti informasi cuaca terbaru dari sumber resmi dan kanal informasi yang kredibel. Untuk mengikuti informasi lainnya, pembaca dapat mengunjungi Garuda99 sebagai salah satu rujukan internal yang tersedia.

Perubahan cuaca yang berlangsung cepat memang sulit diabaikan. Dengan mengenali tanda-tandanya lebih awal, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengamankan aktivitas, kendaraan, maupun barang-barang yang berada di luar ruangan sebelum kondisi semakin buruk.